Warga Pemangkih Seberang Ikuti Simulasi E-Voting, Begini Cara Memilih Pembakal di HST
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Memilih pembakal atau kepala desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, akan menggunakan sistem elektronik.
Warga Desa Pemangkih Seberang, Kecamatan Labuan Amas Utara, pun mulai mengenal cara baru tersebut melalui simulasi.
Dalam simulasi itu, warga tidak langsung mencoblos surat suara seperti pemilihan pada umumnya.
Mereka terlebih dahulu menjalani verifikasi identitas menggunakan KTP, kemudian menentukan pilihan calon pembakal melalui monitor.
Sebelum pilihan disahkan, layar menampilkan tombol konfirmasi “Ya” dan “Tidak”. Jika belum yakin dengan pilihannya, pemilih dapat menekan “Tidak” untuk kembali memeriksa atau menentukan pilihan.
Setelah menekan “Ya”, sistem mengeluarkan kertas surat suara yang kemudian dimasukkan ke kotak suara.
Tahapan tersebut diperagakan untuk mengenalkan mekanisme pemilihan elektronik kepada masyarakat, sekaligus menguji kesiapan sistem sebelum digunakan pada pemilihan kepala desa pada 11 November 2026 nanti.
Baca Juga: 8 Pemuda HST Torehkan Prestasi di Tingkat Provinsi hingga ke Nasional
Baca Juga: PWI HST Bekali Humas dan Jurnalis Teknik Fotografi, Penulisan Berita hingga Video Jurnalistik
Salah seorang warga yang mengikuti simulasi, Arbain, menilai sistem e-voting memiliki keunggulan dari sisi transparansi, kecepatan, dan efisiensi waktu.
Ia berharap metode tersebut dapat memudahkan warga menggunakan hak pilih, dalam menentukan pemimpin desa untuk periode berikutnya. Arbain juga mengajak masyarakat untuk datang dan berpartisipasi dalam pemilihan mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) HST, Edy Rahmawan, mengatakan simulasi menjadi kesempatan untuk menguji sistem sekaligus mengenalkan prosedur pemungutan suara kepada masyarakat.
“Hari ini kita mencoba sistem terbaru terkait pelaksanaan pemilihan pembakal. Simulasi ini dilakukan untuk menguji sistem sekaligus mengenalkannya kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Menurut Edy, hasil simulasi akan dievaluasi untuk mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum hari pemungutan suara.
“Dari hasil ini, nanti kita evaluasi sebelum pelaksanaan pemilihan pembakal pada 11 November,” katanya.