PWI HST Minta Humas dan Jurnalis Jangan Biasakan Pakai AI
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Konten yang menarik tidak cukup hanya mengandalkan dokumentasi kegiatan.
Pemilihan sudut pengambilan gambar, cara menulis berita, hingga penyusunan video turut menentukan apakah informasi mampu menarik perhatian masyarakat.
Hal itu menjadi salah satu materi yang disampaikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Hulu Sungai Tengah (HST) dalam hari kedua bimbingan teknis (bimtek) bertema Strategi Konten Media Sosial Kreatif dan Adaptasi Era AI, Kamis (29/10/2026).
Baca juga: Perempuan Satpam Bank Kalsel di Tanah Bumbu Diduga Gelapkan Dana Nasabah Rp1,2 Miliar
Baca juga: BPBD Banjar Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Angin Kencang di Martapura Barat
Dalam kegiatan tersebut, peserta yang terdiri atas petugas humas satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan jurnalis mendapatkan materi mengenai fotografi, teknik penulisan berita, serta video jurnalistik.
Pada sesi fotografi, anggota PWI HST, M. Feryan Sadikin mengajak peserta memperhatikan pemilihan angle agar foto tidak sekadar menjadi pelengkap berita, tetapi juga memiliki daya tarik visual.
Ia turut mengingatkan pentingnya mempertahankan keaslian dokumentasi dan tidak membiasakan penggunaan foto berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Dalam fotografi, kita harus bisa menentukan angle yang menarik agar foto memiliki nilai visual dan mampu menyampaikan pesan. Saya juga mengingatkan agar tidak membiasakan penggunaan foto AI, terutama ketika dokumentasi foto yang autentik dibutuhkan,” ujar Feryan.
Beralih ke teknik penulisan berita, Sekretaris PWI HST, Jamaluddin mengajak peserta melihat kegiatan dari sudut pandang yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, pemberitaan tidak seharusnya terus didominasi kegiatan seremonial, tetapi perlu memberi ruang bagi cerita dan persoalan yang menyentuh kepentingan publik.
“Berita jangan selalu berangkat dari kegiatan seremonial. Cobalah mencari angle human interest yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Ketika berita mengangkat persoalan dan pengalaman yang dirasakan masyarakat, pembaca akan lebih tertarik untuk mengikuti informasi yang kita sajikan,” kata Jamaluddin.
Sementara dalam sesi video jurnalistik, anggota PWI HST, Akhmad Rizky membahas pentingnya perencanaan pengambilan video sejak awal.