WARTABANJAR.COM, TANJUNG — Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, memprioritaskan penggunaan dana Bantuan Presiden (Banpres) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Rp10 miliar untuk memperkuat sarana, prasarana serta operasional pemadaman.

Berdasarkan hasil inventarisasi, dana direncanakan untuk pengadaan tujuh mobil tangki air, 180 mesin pemadam serta alat pelindung diri (APD).

Anggaran juga dialokasikan untuk penyediaan 5.000 kotak masker, dukungan fasilitas ruang oksigen di 18 puskesmas dan satu Public Safety Center (PSC), serta 17.000 liter bahan bakar minyak (BBM) untuk menunjang operasional relawan dan UPBS di lapangan.

Baca juga: Perempuan Satpam Bank Kalsel di Tanah Bumbu Diduga Gelapkan Dana Nasabah Rp1,2 Miliar

Baca juga: BPBD Banjar Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Angin Kencang di Martapura Barat

Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani mengatakan, pemanfaatan dana bantuan presiden diarahkan pada kebutuhan yang secara langsung mendukung kesiapan petugas dan relawan dalam menangani karhutla. 

"BPBD menilai, berdasarkan hasil rapat mereka dengan UPBS, kebutuhan lebih mengarah pada APD, operasional BBM, dan sarana prasarana yang mendukung mereka, seperti mesin pompa dan mobil tangki," ujar H Fani, sapaan akrab bupati, Kamis, (29/10/2026).

Ia menambahkan, kebutuhan uang makan tidak dimasukkan dalam alokasi dana tersebut karena pembahasan lebih difokuskan pada dukungan peralatan dan operasional penanganan karhutla. 

Pembahasan penggunaan Banpres melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, UPBS, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). (wartabanjar.com)