Empat Bulan Pemadaman Listrik Dera Warga Kaltim, HMI Samarinda Demo PLN
WARTABANJAR.COM, SAMARINDA – Tidak hanya di Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan, pemadaman listrik kerap terjadi di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Saking geramnya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda berunjuk rasa di Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda di Jalan Gajah Mada, Kamis (29/10/2026) sore.
Para mahasiswa menuntut penjelasan penyebab pemadaman yang berlangsung sejak empat bulan lalu.
Mereka juga menagih komitmen penanganan agar pemadaman tidak terus berulang, serta kompensasi bagi pelanggan terdampak.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa diterima pihak PLN di halaman kantor untuk menyampaikan tuntutan.
Baca juga: Pedagang Parfum Sulit Takar Pesanan, Warga Banjarmasin Keluhkan Pemadaman Listrik PLN
Baca juga: Tiket Laga Barito Putera vs Persis Solo di Stadion 17 Mei Banjarmasin Sudah Tersedia
HMI menilai pemadaman yang terus berulang telah mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan rumah tangga dan pelayanan publik hingga pendidikan dan usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik.
Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda HMI Samarinda, Muhammad Shefa, mengatakan pihaknya ingin memperoleh penjelasan langsung dari Manajer PLN UP3 Samarinda mengenai gangguan pembangkit yang selama ini disebut sebagai penyebab pemadaman.
Menurutnya, informasi mengenai gangguan tersebut telah berulang kali disampaikan melalui kanal komunikasi PLN, tetapi pemadaman masih terus terjadi.
“Kami meminta transparansi penyebab gangguan pembangkit itu apa. Kedua, kami meminta komitmen pihak PLN UP3 untuk mengatasi pemadaman bergilir di Kota Samarinda. Ketiga, kami meminta kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman bergilir,” kata Shefa.
Menanggapi tuntutan itu, Manajer PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman yang terjadi.
Ia menjelaskan, kondisi pasokan listrik saat ini dipengaruhi gangguan dan pemeliharaan pada sejumlah pembangkit yang memasok sistem kelistrikan.
Adrian menyebut empat pembangkit yang mengalami gangguan atau pemeliharaan, yakni PLTGU Senipah, PLTU Indo Eka, PLTU Asam-Asam, dan PLTU Graha Power Kaltim (GPK).