Herry menyebutkan, komunikasi teknis antara Dinas PUPR Kalsel, Dinas PUPR Kalteng, dan instansi kehutanan, akan terus dilakukan untuk mendukung tindak lanjut hasil kaji tiru.

Melalui pertukaran pengalaman dan peninjauan langsung di lapangan, penerapan pengelolaan air di kawasan rawan karhutla, diharapkan dapat diperkuat guna mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat dan aktivitas penerbangan. (Wartabanjar.com)