WARTABANJAR.COM, BATOLA - Kabut asap tebal terlihat di Jalan Trans Kalimantan Km 20 Anjir, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Kamis (22/10/2026). 

Para pengendara tampak memperlambat laju kendaraan dikarenakan kabut asap mengurangi jarak pandang. 

Lampu kendaraan dan klakson dinyalakan pengendara untuk menghindari kecelakaan lalu lintas. 

Jarak pandang diperkirakan hanya sekitar 2 meter. 

Pengendara bahkan ada yang harus menepi di tepi jalan untuk menghindari kabut asap tebal.

Baca Juga Relawan Karhutla Meninggal Berada di Baris Depan Pemadaman, Bupati Batola: Semoga Ini yang Terakhir

Baca Juga Terpengaruh Medsos, Siswa SMP di Banjarmasin Ajak Duel Teman Lalu Direkam, Polisi Bertindak

Berikut ini adalah beberapa efek kabut asap bagi kesehatan dikutip dari hellosehat.com:

1. Meningkatkan risiko terjadinya gangguan paru-paru

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa efek kabut asap dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan paru-paru, seperti infeksi saluran pernapasan dan emfisema.

Selain itu, efek kabut asap juga dapat memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Hal ini karena zat yang terkandung dalam kabut asap bersifat iritatif dan bisa membuat paru-paru meradang.

2. Menyebabkan batuk dan iritasi tenggorokan

Dalam jangka pendek, efek kabut asap dapat membuat seseorang mengalami batuk dan iritasi tenggorokan. Umumnya, keluhan ini berlangsung selama beberapa jam, tetapi bisa semakin parah jika paparan kabut asap terjadi terus-menerus dalam jangka panjang.

3. Meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung

Berbagai partikel yang ada dalam kabut asap dapat memengaruhi fungsi jantung. Dalam jangka pendek, kabut asap dapat menyebabkan hipertensi dan stroke, sedangkan dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan penumpukan plak pada pembuluh darah atau (arteriosklerosis).

Hal ini diduga berkaitan dengan proses peradangan yang muncul karena paparan partikel berbahaya di dalam kabut asap.

4. Menyebabkan iritasi mata