PUPR Kalsel Bagi Pengalaman Kelola Air di Ring 1 Bandara ke Kalteng
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan pendampingan teknis kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama melalui penerapan pengelolaan air (water management) di kawasan ring 1 bandara.
Pendampingan tersebut berlangsung pada 20–24 Oktober 2026, berdasarkan permohonan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, melalui surat Nomor S-120/PSN/2026 tertanggal 20 Oktober 2026.
Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Ir Herry Ade Permana ST MT, mengatakan kegiatan ini bertujuan membagikan pengalaman Kalsel dalam mengelola air, untuk membantu mengurangi potensi kebakaran dan asap di sekitar kawasan bandara.
"Kementerian Koordinator Bidang Pangan meminta Dinas PU dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel melakukan pendampingan, bagaimana berbagi pengalaman atau kaji tiru dengan teman-teman di Kalteng, terutama mengenai pola pengamanan karhutla di ring 1 bandara,” jelasnya.
Herry menjelaskan, dalam pendampingan tersebut pihaknya bersama instansi terkait di Kalteng, membahas cara menyalurkan air dari sumber menuju kawasan bandara, sekaligus mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menjadi sumber asap.
Menurutnya, pemanfaatan sumber air dari Sungai Kahayan dan Sungai Sebangau, menjadi salah satu materi pembahasan untuk mendukung pengelolaan air di sekitar Palangka Raya.
Baca Juga: Listrik di Banjarmasin dan Banjarbaru Padam Mulai Sore Hari ini Sampai Esok, Cek Lokasi Terdampak
“Kami mengkaji bersama bagaimana mengambil air dari Sungai Kahayan dan Sungai Sebangau. Dua titik itu mengepung Kota Palangka Raya dan sumber air tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, untuk pola pengelolaan air di ring 1 bandara,” katanya.
Ia menambahkan, pendampingan tersebut diharapkan menjadi bahan bagi Pemprov Kalteng untuk mengembangkan sistem pengelolaan air, dan menyiapkan langkah pencegahan karhutla pada tahun-tahun mendatang.