Kegiatan tersebut diikuti 74 peserta dari sejumlah daerah, di antaranya Barabai, Amuntai, Banjarmasin, Banjarbaru, Tapin, Rantau, Barito Kuala, Tabalong, Tanah Bumbu, Kandangan, hingga Tamiang Layang.

Sebanyak enam pembicara mengisi tiga sesi pembahasan yang mencakup penanganan nyeri, terapi nimodipine pada perdarahan subaraknoid, neuroproteksi pasien stroke, pembaruan pedoman trombolisis, hingga peran perawat dalam penanganan stroke.

Pada sesi pertama, dr. Darmawati, Sp.N, M.Kes., FIN, AIFO-K, COMSK, CIPS, FIPP, membawakan materi Pain Intervention for Spine Problem. Sementara itu, dr. Pagan Pambudi menyampaikan materi mengenai terapi detoksifikasi untuk pemulihan pasien rawat inap.

Sesi kedua menghadirkan dr. Mardi Utomo, Sp.N, FINA, yang membahas peran nimodipine oral dalam penanganan perdarahan subaraknoid, serta dr. Muhammad Welly Dafif, Sp.N, Subsp. N.I.O.O (K), FINA, dengan materi neuroproteksi pada pasien stroke.

Adapun sesi ketiga diisi dr. Gilang Nispu Saputa, Sp.N, FINA, FMD, DAFDN, Dipl. of Pain, AIFO-K, yang membahas pembaruan pedoman trombolisis untuk meningkatkan keberhasilan penanganan stroke. Materi terakhir disampaikan dr. Mahyuni, S.Kep., Ners, mengenai peran perawat sebagai garda terdepan penanganan stroke.

Bupati HST Samsul Rizal yang diwakili Sekretaris Daerah HST H. Pajaruddin turut menyampaikan apresiasi pemerintah daerah terhadap kegiatan yang diselenggarakan IDI HST dan PERDOSNI Cabang Banjarmasin.

Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut mendorong masyarakat lebih waspada terhadap stroke, rutin memeriksakan kesehatan, serta segera mencari pertolongan medis ketika mengalami gejala yang mencurigakan.

Melalui edukasi masyarakat dan peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan, peringatan WSD 2026 diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus meningkatkan kualitas penanganan stroke di Kalimantan Selatan. (wartabanjar.com)