Kasus ISPA Menurun di Banjarmasin, Dinas Kesehatan Tetap Jamin Beri Layanan Maksimal untuk Pasien
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Di tengah kabut asap karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang menyelimuti Kota Banjarmasin beberapa minggu terakhir ini, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Banjarmasin justru mengalami penurunan.
Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Yanuar Diansyah, pada minggu ke-41 pertengahan Oktober 2026 ini terdapat 1.655 kasus ISPA.
Angka ini lebih rendah dari jumlah kasus ISPA sebelumnya, yakni pada minggu ke-36 awal September 2026 terdapat 2.850 kasus.
"Turun terus nih. Awal September pas puncak-puncaknya itu 2.850 kasus. Sekarang di Oktober ini turun menjadi 1.655 kasus," ungkap Yanuar Diansyah saat ditemui Wartabanjar.com, Senin (19/10/2026).
Menurut Yanuar, angka 1.655 kasus ISPA di minggu ke-41 Oktober ini, masih tergolong aman.
Pasalnya, kata Yanuar, jika dibandingkan dengan jumlah kasus pada tahun 2025 di minggu yang sama bulan Oktober, maka pada tahun 2026 kasusnya justru menurun.
"Masih tergolong aman. Karena kalau kita bandingkan dengan minggu 41 tahun 2025 atau di minggu yang sama, maka yang sekarang ini justru lebih rendah. Turun kasusnya," kata Kadis Kesehatan.
Baca Juga: Kondisi Udara Kota Banjarmasin Makin Memburuk, Langit Kota Seribu Sungai Menghitam
Baca Juga: Warga Tunjung Maya Banjarmasin Panik Lihat Api Berkobar dari Rumah Bedakan
Terkait seperti apa fasilitas kesehatan publik untuk masyarakat, di tengah gempuran kabut asap karhutla di wilayah Kota Banjarmasin saat ini, Kadis Kesehatan memastikan bahwa pelayanan akan tetap diberikan secara maksimal bagi yang terkena ISPA.
"Fasilitas pelayanan kesehatan kita yang ada di Kota Banjarmasin ini mulai dari puskesmas sampai rumah sakit untuk kesiapsiagaan, baik dari segi ketenagaan, sarana prasarana dan obat-obatan untuk penanggulangan ISPA ini," pungkasnya. (Wartabanjar.com)