Teh Aan yang lahir dan tumbuh besar di kawasan tersebut menambahkan bahwa dinamika ekonomi warga kini sangat bergantung pada sektor perkebunan dan pabrik pengolahan lokal.

"Aktivitas ada yang ke kebun sawit, kebun karet, ada yang ke pabrik, pabrik kerupuk, pabrik tahu di sini ada. Alhamdulillah di sini saya sudah kurang lebih 50 tahun. Kemarin ada pulang ke Jawa. Orangtua dulu transmigrasi dari Jawa ke sini," jelas Teh Aan.

Keberhasilan program transmigrasi sejak akhir dekade 1970-an di Kecamatan Panyipatan ini membuktikan kuatnya daya tahan warga perintis dalam membangun ruang hidup baru. 

Sebagian besar penduduk Dusun Sundawa saat ini mengandalkan mata pencaharian sebagai petani dan peternak, di samping penyerapan tenaga kerja di pabrik tahu serta kerupuk lokal.

Perkembangan Kampung Sundawa menunjukkan bagaimana integrasi kelompok transmigran mampu mengubah kawasan terpencil di Kabupaten Tanah Laut menjadi komunitas pedesaan yang mandiri, multikultural, dan bernilai ekonomi tinggi. (Wartabanjar.com)