Makan Batalam di Tabalong Berpeluang Pecahkan Rekor MURI
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Tradisi Makan Batalam di Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, berpeluang dikembangkan menjadi kegiatan yang mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
Makan Batalam merupakan tradisi makan bersama dalam satu wadah yang disebut talam atau nampan. Dalam satu talam disajikan beragam makanan, salah satunya itik bakar lengkap dengan bumbu kacang dan makanan pendamping lainnya.
Satu talam, biasanya disantap secara bersama-sama oleh enam orang. Tradisi tersebut telah berlangsung secara turun-temurun, dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Banua Lawas.
Perhatian terhadap tradisi ini semakin besar, setelah Makan Batalam ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani atau H Fani mengatakan, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa Makan Batalam merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Tabalong, khususnya warga Banua Lawas.
"Ini cagar budaya religius yang sudah diakui oleh Kementerian Kebudayaan RI. Ini tentu bukti bahwasanya Makan Batalam ini sudah menjadi tradisi masyarakat Tabalong, khususnya warga di Banua Lawas," ujar H Fani, saat menghadiri Gebyar Maulid dan Doa Bersama di Lapangan 17 Mei Banua Lawas, Senin (14/09/2026).
Baca Juga: Rekrutmen TNI AD 2026, Pemuda Bertato Adat Dayak Berpeluang Mendaftar
Baca Juga: Petani Desa Habau Panen Padi di Tengah Kemarau Panjang, Hasil Capai 7 Ton per Hektare
Menurut dia, Makan Batalam bukan sekadar aktivitas makan bersama. Tradisi tersebut mengandung nilai kebersamaan, kekompakan, sinergi, kolaborasi, dan gotong royong yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Nilai-nilai tersebut, kata H Fani, masih relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini, dan dapat menjadi modal sosial dalam pembangunan daerah.
"Sejak dulu kebersamaan, kekompakan, sinergi dan kolaborasi seluruh warga masyarakat sudah terjalin. Ini menjadi modal untuk berbuat yang terbaik, modal pembangunan," katanya.
Atas dasar itu, Pemerintah Kabupaten Tabalong menyatakan dukungan apabila Makan Batalam dikembangkan menjadi kegiatan berskala lebih besar, dan diarahkan untuk mencatatkan rekor MURI.