"Saya kira ini Rekor MURI sangat recommended, apalagi Makan Batalam sudah mendapat pengakuan nasional," ujar H Fani.

Camat Banua Lawas Arianto mengatakan, pelaksanaan Makan Batalam tahun ini menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kegiatan tersebut melibatkan seluruh desa di Kecamatan Banua Lawas, instansi tingkat kecamatan, hingga sejumlah sekolah.

"Jumlah stand ada 22, ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Total jumlah talam 806 buah talam, ini selalu meningkat," kata Arianto, Selasa (15/09/2026).

Menurut Arianto, Makan Batalam tahun ini menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Maulid dan Doa Bersama, yang mengusung tema "Gebyar Maulid dan Doa Bersama Cagar Budaya Makan Batalam di Bumi Pusaka Kecamatan Banua Lawas".

Ia menegaskan, Makan Batalam tidak hanya berkaitan dengan upaya mempertahankan sebuah tradisi kuliner dan budaya, tetapi juga menjaga nilai-nilai sosial yang diwariskan para leluhur.

Dengan jumlah talam yang terus meningkat dan keterlibatan masyarakat yang semakin luas, tradisi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi agenda budaya yang memiliki daya tarik lebih besar.

Selain menjaga warisan budaya, pelaksanaan Makan Batalam diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat, serta mempertahankan nilai sosial dan religius yang telah hidup secara turun-temurun di Kabupaten Tabalong. (wartabanjar.com)