Dishub Banjarbaru Minta Pengendara Waspada Lewati Liang Anggang dan Syamsudin Noor
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kerap membuat jarak pandang di sejumlah kawasan Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terbatas.
Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru mengimbau pengendara yang melintas di kawasan terdampak agar meningkatkan kewaspadaan demi mencegah kecelakaan.
Imbauan tersebut disampaikan Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Banjarbaru, Adi Royan, Selasa (15/9/2026).
“Kami mengimbau kepada pengendara, khususnya di wilayah yang terkena dampak karhutla seperti daerah Liang Anggang dan Syamsudin Noor, agar berhati-hati dalam berlalu lintas,” ujarnya.
Baca juga: Perusahaan Kapal Virgo Mohon Maaf dan Tanggung Biaya Korban Hingga Pemulangan
Menurutnya, salah satu langkah penting yang harus dilakukan pengendara ketika memasuki kawasan berkabut adalah menyalakan lampu kendaraan.
Hal tersebut untuk membantu kendaraan lain mengetahui keberadaan kendaraan di tengah keterbatasan jarak pandang.
“Kami mengimbau di area tertentu yang kabutnya cukup tebal, para pengendara untuk menyalakan lampu sehingga kendaraan Bapak dan Ibu sekalian dapat dipantau,” katanya.
Selain menyalakan lampu, Dishub mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat melintasi kawasan yang terdampak asap karhutla.
Pengendara juga diminta tidak memaksakan diri melaju dengan kecepatan tinggi ketika jarak pandang mulai terbatas.
“Jangan terlalu memaksakan berkendara dengan kecepatan maksimal. Apabila memasuki daerah yang sangat berkabut, lebih baik sedikit memperlambat laju kendaraan sehingga apabila ada kondisi tertentu, kita cepat dalam merespons keadaan,” jelas Adi Royan.
Ia menekankan, keselamatan harus menjadi prioritas pengendara.
Dengan menyalakan lampu dan mengurangi kecepatan, pengendara memiliki waktu lebih untuk mengantisipasi kendaraan maupun kondisi yang muncul secara tiba-tiba di depan.
Dishub Banjarbaru berharap imbauan tersebut dipatuhi masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di kawasan terdampak kabut asap karhutla, sehingga potensi kecelakaan akibat jarak pandang terbatas dapat diminimalkan. (wartabanjar.com)