WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kabar dibukanya kembali pendakian Gunung Halau-Halau di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan disambut antusias para pendaki. 

Bagi para pendaki yang sudah beberapa kali menjajal jalur Gunung Halau-halau, pembukaan kembali akses menuju puncak setinggi 1.901 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu menjadi kesempatan untuk kembali menikmati kawasan Pegunungan Meratus.

Budi, pendaki yang sudah enam kali mendaki Gunung Halau-Halau, menyambut baik pembukaan kembali jalur tersebut.

Namun, ia berharap pendaki yang datang setelah ini lebih memahami etika ketika berada di kawasan gunung yang memiliki nilai sakral bagi masyarakat setempat.

“Alhamdulillah kabar baik dapat habar dibuka pulang. Tapi setelah dibuka ke depannya tiap pendaki lebih menghargai etika di gunung, kan tempat tuh sakral,” kata Budi.

Menurut Budi, kesiapan pendaki juga perlu menjadi perhatian sebelum memasuki jalur.

Ia menilai identitas dan pendampingan guide penting untuk memastikan perjalanan berjalan lebih aman dan tidak menyusahkan pihak lain ketika terjadi persoalan di jalur.

Baca Juga Pendakian Gunung Halau-Halau HST Kembali Dibuka, Pendaki Wajib Ikuti Aturan Adat dan Jalur Resmi

Baca Juga: Bandara Warukin Diproyeksikan Kembali Beroperasi, Layani Rute Jakarta PP

“Minimal banar yang ke Gunung Halau-Halau harus baisi KTP. Kalau kada bisi KTP wajib bawa guide, biar kada menyusahi orang lain di jalur. Kadang ada yang kelaparan karena habis logistik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan kebersihan.

Menurutnya, masih ada pendaki yang membuang sampah sembarangan sehingga berpotensi mengurangi kenyamanan sekaligus merusak kawasan yang menjadi bagian dari Pegunungan Meratus.

Selain itu, Budi berharap pengelolaan pendakian dilakukan secara transparan.

Ia mencontohkan pengelolaan di kawasan Kahung yang menurutnya dapat menjadi gambaran, terutama terkait keterbukaan penggunaan pendapatan untuk pembangunan maupun penyediaan fasilitas.

Harapan tersebut muncul setelah jalur pendakian Gunung Halau-Halau kembali dibuka untuk umum dengan tata kelola baru yang melibatkan Desa Juhu dan Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur.