WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin menerima penghargaan The Sraya Recognition for Women Empowerment & Inclusive Growth dalam rangkaian Apresiasi Perempuan Berpengaruh (APB) Sraya Nusantara 2026, yang diselenggarakan oleh media nasional diadona.id di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Penghargaan diberikan kepada kepala daerah laki-laki yang dinilai memiliki kebijakan dengan dampak bagi perempuan dan masyarakat rentan.

Apresiasi ini merefleksikan arah kebijakan Gubernur yang menempatkan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan UMKM, serta perluasan akses pendidikan dan layanan dasar sebagai bagian dari pembangunan daerah yang inklusif.

“Banyak program prioritas dari Gubernur H. Muhidin yang fokus pada perempuan, khusunya di bidang pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Penghargaan ini adalah bukti komitmen kami untuk pembangunan yang memberdayakan perempuan sesuai semangat Bekerja Bersama Merangkul Semua,” terang Muhidin yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, sesaat setelah menerima penghargaan dari CEO Dream & Diadona, Diana Airin.

Janji Pembangunan Tidak Hanya Mengejar Pertumbuhan

Bagi Pemprov Kalsel, pembangunan inklusif berarti memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat dengan kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, sejumlah agenda pembangunan yang didorong melalui 10 Janji Gubernur memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan perempuan dan keluarga. 

Baca Juga PLN Kembali Umumkan Pemadaman Listrik di Kota Banjarmasin

Baca Juga: Peringatan Dini Kekeringan di Kalsel, Banjarmasin dan Banjarbaru Status Awas

Penguatan ketahanan pangan dan ekonomi kreatif, misalnya, menjadi ruang bagi berkembangnya UMKM yang banyak digerakkan perempuan.

Sementara peningkatan akses pendidikan, kesehatan dan jaminan sosial diarahkan untuk memperkuat kualitas hidup ibu dan anak. Pendekatan yang sama terlihat dalam dorongan terhadap Program Paket A, B dan C, yang membuka kesempatan pendidikan kesetaraan bagi masyarakat, termasuk perempuan di wilayah pelosok.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Pulau Laut diproyeksikan memperkuat konektivitas sekaligus membuka akses terhadap pasar dan aktivitas ekonomi bagi masyarakat serta pelaku UMKM di wilayah kepulauan.