WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Nasib tak mengenakkan dialami warga Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Handayani. 

Bak sudah jatuh tertimpa tangga, Handayani yang tengah mengalami sakit stroke dan diabetes kini harus menelan pil pahit, lantaran bantuan PKH dari pemerintah terhenti selama dua bulan terakhir. 

Penyebabnya ialah salah seorang anaknya terindikasi terlibat judi online (judol).

Hal ini terungkap setelah pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Banjarmasin Utara melakukan koordinasi. 

Handayani adalah seorang janda dan selama ini diketahui tinggal bersama tiga orang anaknya.

Baca Juga PLN Kembali Umumkan Pemadaman Listrik di Kota Banjarmasin

Baca Juga: Peringatan Dini Kekeringan di Kalsel, Banjarmasin dan Banjarbaru Status Awas

Mereka tinggal di rumah yang kondisinya cukup memprihatinkan.

Terkait kondisi Handayani tersebut, pihak kepolisian Polsek Banjarmasin Utara pun turun tangan dengan memberikan bantuan sembako dan tali asih. 

Tak hanya bantuan, Polsek Banjarmasin Utara juga meminta pihak Kelurahan Alalak Utara agar tak tinggal diam.

Polisi meminta kelurahan untuk melakukan pendataan kembali Handayani agar bansos PKH-nya dapat diterima lagi. 

"Dari hasil koordinasi memang diketahui bahwa sebelumnya Ibu Handayani ini pernah menerima bantuan PKH. Tapi selama 2 bulan terakhir, bantuan itu tidak diterima lagi, karena salah satu anaknya pernah terindikasi terlibat judol," kata Kapolsek Banjarmasin Utara, AKP Sunardi dalam kegiatan anjangsana, Jumat (11/9/2026). 

"Sebagai bentuk kepedulian Polri dengan masyarakat, kami memberikan bantuan, dan sudah berkoordinasi dengan kelurahan untuk mendata kembali agar Ibu Handayani mendapat kembali apa yang jadi haknya," pungkasnya. (Wartabanjar.com).