Robot di China Ngemis di Jalanan, Minta Donasi lewat Kode QR
Reaksi warganet di platform tersebut beragam, sebagian besar bernada bercanda, sementara yang lain mengaitkannya dengan kekhawatiran soal batas antara manusia dan mesin akibat perkembangan kecerdasan buatan.
Sejumlah warganet bahkan mempertanyakan logika ekonomi di balik aksi tersebut.
Sebab, jika seseorang mampu membeli mesin senilai puluhan hingga ratusan juta lalu menempatkannya di jalanan lengkap dengan wadah sumbangan, maka yang sebenarnya kekurangan uang kemungkinan bukanlah robot itu, melainkan pihak lain yang memanfaatkannya.
Salah satu komentar bahkan menduga pemilik robot justru sedang bersantai di rumah sementara mesinnya "bekerja" mengumpulkan uang di jalan.
Di sisi lain, ada pula warganet yang melihat persoalan yang lebih serius dari sekadar lucu-lucuan.
Kesediaan sebagian orang memberikan uang kepada robot memunculkan pertanyaan soal prioritas empati.
Ada yang mempertanyakan mengapa kecerdasan buatan bisa mendapat perlakuan baik, sementara martabat dasar warga yang benar-benar membutuhkan bantuan saja belum tentu terjamin.
Namun ada juga yang menolak keras gagasan itu, dengan alasan uang semestinya diberikan kepada orang yang benar-benar kesulitan, bukan mesin yang sekadar menjalankan skenario pemiliknya. (Wartabanjar.com)