Cairan Surfaktan Digunakan di Tambak Buluh Banjarbaru, Empat Daerah Prioritas Bakal Mendapat Distribusi
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Penggunaan cairan surfaktan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, mulai diperluas ke sejumlah daerah rawan.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, turun langsung dalam pemadaman sekaligus melihat penerapan cairan surfaktan di Jalan Tambak Buluh, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, Senin (07/09/2026) sore.
Kapolda mengatakan, sejumlah Polres akan diprioritaskan mendapatkan cairan tersebut untuk mendukung pemadaman di wilayah masing-masing.
“Terutama kabupaten/kota atau Polres-Polres yang rawan dengan kebakaran hutan dan lahan, seperti Tanah Laut, Batola, Banjarbaru, Banjar, ini kita prioritaskan untuk bisa mendapatkan cairan surfaktan ini,” ujarnya saat ditemui awak media.
Sejumlah Kapolres dan Kabag Ops turut dibawa ke lokasi, untuk melihat langsung penerapan inovasi tersebut.
Menurut Kapolda, hal itu penting agar para pejabat di wilayah dapat melihat langsung kemampuan cairan surfaktan dalam mendukung pemadaman.
“Mereka juga bisa melihat bagaimana aplikasi daripada cairan surfaktan ini, baik itu efisiensinya terhadap air, efisiensi terhadap waktu, dan efektivitas daripada cairan sulfaktan ini,” jelasnya.
Untuk jumlah yang akan disalurkan, Kapolda menyebut belum menetapkan angka yang sama untuk setiap wilayah.
Baca Juga: Pesawat BNPB Kembali Bawa 1 Ton Garam, OMC Sasar Awan Potensial di Tala dan Tanbu
Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 4 Bandara, 268 Ribu Penumpang Terdampak
“Jadi tergantung kebutuhan para Kapolres, dan kita sesuaikan juga dengan ketersediaan yang ada di kita,” katanya.
Perluasan distribusi tersebut masih dihadapkan pada kapasitas produksi yang terbatas.
Kapolda menyebut, pembuatan cairan surfaktan masih dilakukan secara manual, karena belum memiliki peralatan khusus untuk produksi massal.
“Contoh tiga hari ini saja, kita hanya mampu dengan tenaga 30 orang, kita hanya mampu dari tiga hari ini memproduksi 3.000 liter,” ungkapnya.
Keterbatasan juga terdapat pada bahan baku, Kapolda menuturkan bahan yang dibutuhkan belum tersedia di Kalimantan Selatan, sehingga harus didatangkan dari Jawa, khususnya Surabaya.