Hanif juga mengingatkan agar karhutla tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari.

Menurutnya, seluruh pihak perlu terus berupaya meski penanganan yang dilakukan belum sepenuhnya memberikan hasil seperti yang diharapkan.

“Kita tentu percaya dan kita sepakat bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak boleh lagi dianggap sebagai takdir. Harus kita lawan,” ungkapnya.

Ia berharap langkah pencegahan tersebut dapat dijalankan secara sistematis oleh Pemerintah Provinsi Kalsel dengan dukungan seluruh unsur yang terlibat.

Hanif juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menghadapi karhutla, karena penanganan bencana tersebut membutuhkan sumber daya dari berbagai pihak.

“Semua unsur, baik pemerintah daerah, Pemkab/Pemkot, pengusaha, dan masyarakat wajib bergotong royong,” harapnya.

Penguatan penanganan karhutla juga dibarengi dengan dukungan pemerintah daerah, termasuk untuk kebutuhan operasional di lapangan.

Sekdaprov Kalsel M Syarifuddin mengatakan anggaran penanganan karhutla bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT).

Saat ditanya apakah dukungan tersebut mencakup kebutuhan relawan, peralatan hingga akomodasi, Syarifuddin menjawab singkat.

“Semua termasuk,” pungkasnya. (wartabanjar.com)