Kabut Asap Masih Pekat, SMPN 15 Banjarbaru Pilih PJJ Hingga Jumat, MBG Terhenti Sementara
“Orang tua buru-buru sudah kerja, sementara anak-anak kadang sudah diundang melalui Google Classroom, kemudian pembelajaran jarak jauhnya kadang tidak hadir,” kata Herry.
Guru pun harus melakukan pemantauan lebih intensif, termasuk menghubungi siswa secara langsung melalui WhatsApp, agar tetap mengikuti pembelajaran.
Di sisi lain, kondisi tersebut justru memberikan pengalaman tersendiri bagi orang tua. Mereka bisa merasakan secara langsung bagaimana tantangan mendampingi anak belajar.
“Orang tua akhirnya mengerti betapa susahnya mendidik anak selama di sekolah. Ada hikmahnya juga sebenarnya,” tuturnya.
MBG Tak Berjalan Selama PJJ
Karena siswa tidak mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 15 Banjarbaru untuk sementara tidak berjalan.
Pelaksanaannya akan kembali menyesuaikan dengan pola pembelajaran yang diterapkan sekolah nantinya.
Jika kondisi udara semakin membaik, SMPN 15 Banjarbaru berencana kembali melaksanakan PTM secara terbatas mulai Senin (07/09/2026).
Namun, jam masuk siswa kemungkinan akan disesuaikan untuk menghindari paparan kabut asap pada pagi hari.
“Kalau situasinya sudah mulai agak kurang kabutnya, kami mungkin Senin sudah mulai PTM, tapi yang terbatas,” ujar Herry.
Bahkan, jika kabut asap masih terlihat pada pagi hari, sekolah mempertimbangkan waktu masuk siswa diundur hingga sekitar pukul 09.00 Wita.
Durasi pembelajaran juga akan dikurangi. Dari sebelumnya 40 menit per jam pelajaran menjadi sekitar 30 menit.
“Kemudian jam pelajarannya dikurangi, dari biasa 40 menit jadi 30 menit saja,” tambahnya.
Herry berharap kondisi karhutla di Banjarbaru segera membaik, sehingga siswa dapat kembali belajar di sekolah secara normal.
Bagi pihak sekolah, keselamatan dan kesehatan siswa tetap menjadi pertimbangan utama, sembari memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di tengah situasi kabut asap yang belum sepenuhnya reda. (Wartabanjar.com)