WARTABANJAR.COM, BARABAI - Pendapatan dari usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jatuh, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, dimanfaatkan kembali untuk membantu warga.

Kali ini, Pemerintah Desa Jatuh menggunakan Pendapatan Asli Desa (PAD) yang bersumber dari bagi hasil usaha BUMDes untuk membantu perlengkapan sekolah dua siswa MTsN 4 HST dari keluarga kurang mampu.

Bantuan diserahkan di MTsN 4 HST, Kamis (3/9/2026).

Masing-masing siswa mendapatkan perlengkapan sekolah berupa tas, sepatu, buku, pakaian pramuka hingga pakaian hitam putih.

Program tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah.

Guru yang mendampingi siswa, M. Ihya Nor Khalid, menilai bantuan itu dapat meringankan kebutuhan anak didik sekaligus menambah semangat mereka mengikuti kegiatan belajar.

“Kami sangat mengapresiasi program yang dilaksanakan Pemerintah Desa Jatuh yang peduli kepada warganya, khususnya anak-anak sekolah yang orang tuanya kurang mampu,” ujar Ihya.

Baca Juga Bekantan di Banua Kepayang HST Mati Setelah Sempat Kritis Selama 5 Jam

Baca Juga Anak-anak Mengamen di Sekumpul Dibawa ke Rumah Singgah, Dinsos Dalami Latar Belakangnya

Ia mengatakan, perlengkapan yang diberikan cukup membantu siswa karena kebutuhan sekolah mereka dapat terpenuhi.

“Bantuan peralatan sekolah seperti tas, sepatu, buku, baju pramuka dan baju hitam putih sangat bermanfaat bagi anak didik kami yang tentunya menambah motivasi mereka untuk mengikuti proses belajar mengajar di sekolah,” katanya.

Sekretaris Desa Jatuh, Adhi Novi Saptani, mengatakan program tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya.

Menurutnya, pemanfaatan PAD dari bagi hasil usaha BUMDes untuk kebutuhan masyarakat menjadi salah satu bentuk manfaat yang dapat dirasakan langsung dari keberadaan usaha desa.

“Harapannya program pemberian bantuan peralatan sekolah bagi siswa tidak mampu ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya,” kata Adhi.

Ia berharap usaha BUMDes semakin berkembang sehingga PAD yang dihasilkan dapat kembali dimanfaatkan untuk berbagai program pemberdayaan dan kegiatan sosial masyarakat.