Tembus Pasar Eropa, Dekranasda Tanah Laut Minta Perajin Sasirangan Perhatikan Kualitas dan Regulasi
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Tenaga Kerja dan Industri, menggelar kegiatan Pernyataan Komitmen Bersama Program Inkubasi IKM Tala, guna mencetak perajin lokal yang kompetitif dan siap menembus pasar internasional, di Aula Paritrana, Pelaihari, Senin (31/08/2026 A).
Agenda strategis tersebut diikuti oleh 10 brand UMKM Sasirangan, beserta produk turunannya dan perajin anyaman purun.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, agar produk kerajinan daerah memenuhi standar ekspor global.
Ketua Dekranasda Tanah Laut, Hj Dian Rahmat Trianto, menyampaikan potensi Sasirangan khas Tala sangat besar untuk bersaing di kancah mancanegara, khususnya di benua Eropa.
Kendati demikian, peningkatkan kualitas dan penyesuaian produk dengan selera pasar luar negeri, tetap menjadi kunci utama.
"Kita sudah membuktikan Sasirangan Tala bisa bersaing di kancah internasional, bahkan diminati desainer Eropa. Namun, ini bukan titik akhir. Kita harus terus berbenah," ujar Hj Dian Rahmat saat memberikan arahan kepada para peserta.
Menanggapi hasil evaluasi pasar ekspor, Hj Dian mengingatkan pentingnya memperhatikan keamanan bahan baku.
Pelaku UMKM diimbau mengurangi bahan kimia dan beralih ke pewarna alami, atau pewarna yang dipastikan aman serta halal sesuai kualifikasi negara tujuan.
Baca Juga: Kabut Asap di Tanah Laut, TP Posyandu Salurkan Ribuan Masker dan Paket Sembako di Bati-Bati
"Peluang pasar sangat besar, tapi kita harus cerdas. Yang diminta dari Eropa adalah mengurangi warna sintetis, utamakan yang aman dan halal. Untuk tembus ekspor, motif Sasirangan juga harus beragam. Ambil inspirasi dari motif negara tujuan, namun usahakan tetap menampilkan ciri khas Tala yang kita banggakan," jelasnya.
Program pembinaan ini diawali dengan kegiatan pendampingan tatap muka selama 4 hari di Banjarmasin.
Selanjutnya, para perajin akan mendapatkan inkubasi dan pendampingan secara dalam jaringan (online) intensif selama 4 bulan.