Tingkat Hunian Hotel di Balikpapan Sisa 30 Persen Akibat Turunnya Aktivitas di IKN
WARTABANJAR.COM, BALIKPAPAN - Menyusutnya aktivitas termasuk pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang mencakup Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membuat tingkat hunian hotel di Kota Balikpapan turun.
Pada Januari-Mei 2026, tingkat okupansi hanya berkisar 30 persen.
Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Balikpapan, Soegianto, persoalan ini berkaitan efisiensi hingga membuat tamu dari pemerintahan berkurang.
Padahal kegiatan meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) masih menjadi penopang utama.
Baca juga: Sungai Mahakam Samarinda Mulai Asin, Perumdam Tirta Kencana Kurangi Produksi Air
Baca juga: DPRD Samarinda Minta Pemkot Realisasikan Bus Trans Mulai 2027
"Lebih bagus pada 2024 saat pembangunan IKN zaman Presiden Joko Widodo. Itu bisa 80 persen, hampir penuh setiap hari hotel-hotel," kata Soegianto, Sabtu (29/8/2026).
Memasuki Juli-Agustus 2026, bisnis perhotelan mulai meningkat sesuai siklus tahunan bisnis perhotelan.
PHRI berharap okupansi hotel dapat terus meningkat hingga akhir tahun 2026.
Soegianto menargetkan rata-rata okupansi hotel bisa mencapai 60 persen dari target tahun sebelumnya di kisaran 50 persen.
"Juni sampai Desember itu biasanya peak season-nya hotel. Sampai akhir tahun mudah-mudahan bisa sampai 60 persen. Target ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata okupansi tahun lalu yang berada di kisaran 50 persen," ulasnya.
Sejumlah kegiatan berskala besar mulai memberikan tambahan pasar bagi sektor perhotelan.
Salah satunya Bayan Open 2026 yang berlangsung 24-29 Agustus.
Soegianto menyampaikan ada sekitar 1.300 peserta yang berpartisipasi dalam Bayan Open 2026 dan sekitar 900 orang di antaranya berasal dari luar Balikpapan.
Dengan kehadiran tamu dari luar daerah ini turut membantu meningkatkan keterisian hotel, termasuk hotel bintang dua, bintang tiga hingga guest house. (wartabanjar.com)