WARTBANJAR.COM, BANJARBARU – Polda Kalimantan Selatan mulai melakukan pengisian bioflok pertama sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan sumber air untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan kawasan Jalan Baru Bandara Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (28/8/2026).

Karoops Polda Kalsel Kombes Pol Eko Irianto, S.I.K., mengatakan pengisian bioflok ini merupakan tahapan lanjutan setelah sebelumnya Kapolda Kalsel menyampaikan rencana menyiapkan lima titik penampungan air bioflok di kawasan Bandara.

Pembangunan bioflok dilakukan mengingat ketersediaan sumber air di wilayah tersebut cukup terbatas.

Penampungan air ini nantinya diharapkan menjadi sumber air terdekat bagi petugas apabila kembali terjadi kebakaran.

“Karena air di wilayah Jl Baru Bandara ini sangat terbatas, sehingga kita buatkan bioflok. Bioflok ini untuk menampung air sehingga nanti untuk penyiraman lagi lebih dekat sumber airnya,” ujar Eko saat diwawancarai di lokasi.

Menurutnya, penempatan beberapa bioflok di sejumlah titik bertujuan memperpendek jarak petugas dalam mengambil air saat melakukan pemadaman.

“Jadi supaya apabila terjadi kebakaran kita bisa tidak terlalu jauh untuk mengambil airnya,” katanya.

Eko menyebut, pembangunan penampungan air tersebut dilakukan secara bertahap.

Baca Juga Geruduk DPRD Kalsel, Massa BEM se-Kalsel Cari Gubernur Muhidin

Baca Juga Tersangka Karhutla di Kalsel Bertambah Jadi 5 Orang, Polda Periksa 3 Korporasi

Selain bioflok pertama yang mulai diisi, pihaknya mempersiapkan titik-titik berikutnya hingga mencapai target lima penampungan air sebagaimana arahan sebelumnya.

Upaya tersebut menjadi salah satu langkah kesiapsiagaan Polda Kalsel dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya di kawasan Guntung Damar yang memiliki keterbatasan sumber air.

Eko menambahkan, penyediaan bioflok ini merupakan ide dan inovasi Kapolda Kalsel untuk mendukung percepatan penanganan karhutla di lapangan.

Dengan tersedianya lima titik penampungan air, diharapkan petugas dapat lebih cepat memperoleh pasokan air.

Sehingga proses pemadaman dan pembasahan lahan dapat dilakukan secara lebih efektif ketika terjadi kebakaran. (Wartabanjar.com)