Moise Kean Menjadi Perburuan Terakhir Cesc Fabregas
WARTABVABNJAR.COM - Klub Italia, Como 1907 masih berupaya mendatangkan satu pemain baru lagi buat pelatih Cesc Fabregas, sebelum bursa transfer ditutup.
Jendela transfer musim panas ini akan ditutup pada 1 September 2026 mendatang.
Di sisa waktu kurang dari seminggu ini, Como masih mencoba memberikan kado buat Fabregas, berupa kepingan terakhir yang akan membuat timnya lengkap.
Sebelum ini, klub milik orang Indonesia itu sudah mendatangkan gelandang Luis Milla dan Mattia Liberali, serta dua bek Andres Cuenca dan Trevoh Chalobah.
Setelah memberikan gelandang dan bek baru kepada Fabregas, I Lariani kini mencoba menggaet penyerang anyar.
Sasaran mereka adalah penyerang Fiorentina sekaligus bintang Timnas Italia, Moise Kean.
Minggu lalu Como sudah mencoba mengajukan tawaran kepada Fiorentina tetapi ditolak.
Klub kepunyaan Grup Djarum itu hanya menawarkan peminjaman berbiaya 5 juta euro, dan opsi pembelian permanen bernilai 25 juta euro.
Proposal itu ditolak mentah-mentah oleh Fiorentina, yang mengharapkan minimal total 35 juta euro dari penjualan Kean.
Baca Juga: Donyell Malen Hantar AS Roma Gusur Inter dari Puncak Klasemen Liga Italia
Baca Juga: Debut Manis Alonso, Performa Kiper Robert Sanchez Jadi Sorotan Fans Chelsea
Sekarang seperti dilaporkan Calciomercato, Como telah menaikkan tawaran untuk pemain berusia 26 tahun itu.
Sambil melepaskan tawaran itu, I Lariani juga memberikan ultimatum kepada Fiorentina.
Mereka meminta jawaban dari Si Ungu dalam waktu 48 jam ke depan.
Akan tetapi, Moise Kean adalah pemain penting di Fiorentina.
Paket yang ditawarkan Como mencapai 40 juta euro, yang sudah termasuk harga pokok, bonus, dan persentase penjualan di masa depan.
Jadi, I Viola harus mendapatkan penggantinya, sebelum merelakan kepergian pemain yang mencetak 19 gol di Serie A 2024-2025 ini.
Kalau transfer Kean ini terwujud, Como berarti memenuhi janjinya untuk membuat tim "semakin beraroma Italia".
Walaupun performanya sensasional dalam dua musim terakhir, Biancoblu sempat dikritik kekurangan pemain lokal.
Tidak ada pemain Italia yang mampu menembus starting XI Fabregas.