Kualitas Udara di 4 Wilayah Kalsel Saat Marak Karhutla Masuk Kategori Sedang
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Empat wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki kualitas udara sedang di saat maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu (26/8/2026) pagi.
Kategori sedang (moderate) ini berdasarkan pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) pada pukul 09.00 WITA.
Empat wilayah yang tercatat dalam laporan kualitas udara, yakni Kabupaten Banjar, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Barito Kuala, dan Kota Banjarmasin, seluruhnya berada pada kategori sedang.
Kabupaten Banjar mencatat indeks kualitas udara sebesar 97, dengan parameter PM2.5 sebagai indikator utama.
Sementara Kabupaten HSS berada pada angka 83, Kota Banjarmasin 79, dan Kabupaten Barito Kuala 51.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, melalui Kepala Seksi Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Yuliarini, mengatakan hasil pemantauan tersebut menunjukkan kondisi kualitas udara di wilayah yang terpantau masih berada dalam kategori sedang.
Baca Juga Mulai 1 September, Beli Biosolar di SPBU Balikpapan Berdasarkan Ganjil-Genap Nomor Pelat
Baca Juga Bangunan Warga Hingga Kandang Babi Pun Hangus, Api Merembet di Bawah Tanah Kotim
“Berdasarkan hasil pemantauan AQMS pukul 09.00 WITA, kualitas udara di beberapa wilayah masih berada pada kategori sedang. Parameter yang menjadi perhatian dalam pemantauan ini adalah PM2.5,” ujar Yuliarini, Banjarbaru, Rabu (26/8/2026).
Ia mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kondisi kualitas udara, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.
Yuliarini menambahkan, DLH Kalsel terus melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala sebagai bagian dari upaya memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi lingkungan.
“Pemantauan akan terus dilakukan dan hasilnya menjadi bahan informasi bagi masyarakat. Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dan mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dari sumber resmi,” katanya.
Berdasarkan skala indeks yang ditampilkan dalam laporan AQMS, kategori 0–50 berada pada kondisi baik, 51–100 kategori sedang, 101–200 tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk kategori berbahaya.