Menonton Video Pendek Ternyata Bisa Membuat Otak Menjadi Kurang Aktif
Ukuran Huruf:
Selain itu, video dikategorikan "disukai" hanya berdasarkan apakah peserta menontonnya sampai selesai.
Cara tersebut belum tentu dapat membedakan preferensi sebenarnya dari rasa penasaran atau alasan lainnya.
Penelitian juga hanya mengukur kadar glutamat dan GABA di dACC, bukan dlPFC. Karena sifatnya korelasional, studi ini belum dapat memastikan apakah kadar glutamat menyebabkan perubahan aktivitas otak atau hanya berkaitan saja.
Dengan demikian, temuan penelitian ini lebih tepat dipahami sebagai gambaran respons otak, ketika seseorang menikmati video pendek, bukan bukti kebiasaan menonton video pendek secara langsung menyebabkan kerusakan fungsi otak. (Wartabanjar.com)