Mendapat jawaban tersebut, Wafa mantap untuk tidak menandatangani dokumen perjanjian.

Pada 24 Juni 2026, ia resmi menyerahkan surat pengunduran diri dengan alasan tegas: "Tidak bersedia melepas hijab".

"Hijabers memang diberi kesempatan dan difasilitasi selama mengikuti tes, tetapi tidak diberi pilihan setelah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa. Pilihan yang ada bagi kami hanya lepas atau mundur. Saya memilih opsi kedua. Bukan alasan yang 'cuma itu'. Menurut saya, hijab adalah kehormatan para muslimah; hijab adalah pilihan saya sebagai manusia yang merdeka," tegas Wafa. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)