Selain personel, Hanif menyebut penanganan di kawasan Pengayuan juga mendapat dukungan 30 unit tangki pemadam.

Tangki tersebut ditempatkan di lima posko utama, untuk memperkuat penanganan di lapangan.

“Di bawah pengendalian Kalak atau BPBD Banjarbaru, dan koordinasi pelaksanaan penanganan secara keseluruhan berada di bawah BPBD Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Hanif menyebut dukungan penanganan juga datang dari sektor usaha dan tim kesehatan, untuk memperkuat kebutuhan di lapangan.

Tambahan armada tangki pemadam akan diberikan oleh gabungan pengusaha kelapa sawit.

”Kemudian teman-teman kesehatan akan mem-backup posko-posko lapangan yang akan didirikan oleh teman-teman BPBD,” jelasnya.

Hanif mengatakan, seluruh sumber daya tersebut diarahkan untuk mengejar target penyelesaian karhutla dalam waktu dua pekan.

Target tersebut, menurutnya, bukan pekerjaan ringan karena membutuhkan kerja bersama seluruh unsur yang terlibat.

“Paling lambat dua minggu dari sekarang api-api seperti ini harus selesai. Ini namanya target ya, tapi perlu kerja keras yang luar biasa,” pungkasnya. (wartabanjar.com)