Eddy menyebut terdapat kabupaten/kota yang memiliki kelebihan pasokan komoditas tertentu, sementara daerah lain mengalami kekurangan. 

Kondisi tersebut dapat diatasi melalui distribusi dan kerja sama antardaerah.

“Daerah yang mengalami suplai bahan pangan seperti bawang merah dan lain sebagainya bisa mengaktifkan Gerakan Pangan Murah dan kerja sama antar daerah. Kita lihat kabupaten/kota ada yang berlebih dan ada yang kurang,” katanya.

Menurutnya, kerja sama antardaerah memungkinkan distribusi komoditas dari wilayah yang surplus menuju wilayah yang membutuhkan. 

Dengan demikian, keseimbangan pasokan dapat terjaga dan tekanan kenaikan harga dapat ditekan.

Langkah tersebut juga diharapkan dapat memperkuat upaya pengendalian inflasi Kalsel secara keseluruhan, mengingat angka inflasi provinsi merupakan agregasi dari kondisi kabupaten dan kota.

Eddy berharap sinergi antara Pemprov Kalsel, pemerintah kabupaten/kota, Bulog dan pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat sehingga ketersediaan pangan terjaga, harga tetap terjangkau dan daya beli masyarakat terlindungi.

“Mudah-mudahan ada keseimbangan dengan kerja sama antar daerah tersebut,” harapnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)