“Yang bertanggung jawab di lapangan itu dari kakak-kakak yang sudah pernah terpilih. Jadi sistem itu berjalan turun-temurun,” ungkapnya.

Pola tersebut menjadi bagian dari alasan Darul Hijrah mampu menjaga konsistensi mengirimkan perwakilan Paskibraka setiap tahun.

Sadam menyebutkan, latihan rutin Paskibra sendiri digelar dua kali dalam sepekan. Namun, ketika memasuki masa persiapan seleksi, latihan dilakukan lebih intensif. 

“Untuk menuju ke persiapan seleksi, itu kita intens bahkan lebih dari 3 bulan,” tuturnya.

Bahkan, persiapan tidak selalu dimulai ketika seleksi sudah dibuka. Sadam menjelaskan, Darul Hijrah mulai menyiapkan calon untuk seleksi pada tahun berikutnya sejak beberapa bulan sebelumnya.

“Misalkan untuk seleksi 2027 contohnya, kami bisa mempersiapkan seleksi itu mulai dari September 2026,” paparnya.

Dengan pola tersebut, Paskibra di Darul Hijrah tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga ruang bagi santri untuk membangun pengalaman dan kemampuan sejak dini.

Setelah merasakan sendiri proses seleksi hingga menjalani pendidikan, latihan dan sukses mengibarkan Bendera Pusaka, Shadam pun ingin meneruskan pengalaman yang didapat kepada adik-adik kelasnya.

“Melatih adik-adik kelas untuk yang minat latihan Paskibraka, yang ingin mengikuti latihan. Saya akan latih juga dalam segi TWK-nya, TIU-nya, jasmaninya, dan dan di wawancaranya,” pungkasnya. (wartabanjar.com)