MotoGP Pakai Mesin 850cc Dinilai Bukan Langkah Mundur dalam Balapan
WARTABANJAR.COM - Formula teknis baru MotoGP dengan mesin 850cc, akan menjadi "sedikit langkah mundur demi dua langkah maju", menurut bos Tech3 KTM, Guenther Steiner.
Mantan Team Principal Haas F1 ini, kini telah menjalani separuh musim pertamanya sebagai CEO Red Bull KTM Tech3, setelah mengambil alih pengelolaan tim dari pendiri dan mantan pemilik, Herve Poncharal, pada akhir musim lalu.
Itu bukanlah musim yang mudah bagi Steiner, terutama di tengah situasi yang melibatkan cedera Maverick Vinales.
Cedera bahu yang diderita Vinales sejak GP Jerman 2025 belum pulih sepenuhnya, dan kritik terbukanya terhadap KTM dan Tech3, semakin tajam seiring berjalannya musim.
Vinales digantikan oleh Pol Espargaro pada MotoGP Inggris akhir pekan lalu, dan tampaknya tidak akan memiliki tim untuk musim 2027, saat regulasi baru mesin 850cc mulai diberlakukan.
Salah satu harapan dari regulasi baru ini, adalah peningkatan kualitas balapan melalui pengurangan aerodinamika dan penghapusan perangkat ride-height.
Langkah ini diharapkan akan memberi kendali lebih besar kepada para pembalap, sekaligus mengurangi beban pada ban depan.
Baca Juga: Jack Miller Tidak Kecewa akan Pergi dari MotoGP
Baca Juga: Peluncuran MotoGP 2027 Digelar di Rio De Janiero
Aspek ini menjadi semakin krusial sejak regulasi tekanan minimum ban mulai ditegakkan secara lebih ketat sejak 2023.
Steiner sendiri berpendapat, kualitas balapan MotoGP saat ini sebenarnya tidak buruk, namun ia meyakini bahwa motor-motor baru tersebut secara keseluruhan akan menjadi langkah maju, dibandingkan mesin 1.000cc yang digunakan saat ini.
"Menurut saya, balapan saat ini cukup seru, setidaknya di sebagian besar kesempatan," ujar Steiner di Grand Prix Inggris.
"Memang ada kalanya balapan terasa kurang maksimal, tetapi menurut saya secara keseluruhan cukup seru. Kehadiran [motor 850cc] itu akan membuat kita sedikit mundur selangkah demi melangkah dua langkah ke depan dalam hal balapan."
“Para pembalap mengatakan kepada saya bahwa motornya enak dikendarai, mereka bisa mengendalikannya, dan itulah hal yang paling penting.”