Keterlibatan J7 Explorer menjadi bagian dari pengerahan sumber daya besar-besaran yang dilakukan Haji Isam, dalam merespons agenda prioritas ketahanan pangan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Guna mengejar target cetak sawah di Merauke, ribuan unit alat berat serta tenaga profesional dari dalam dan luar negeri, diterjunkan langsung ke lokasi proyek.

"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," ungkap Haji Isam dalam keterangan terpisah.

Ia menegaskan, keterlibatannya dalam mega proyek ini bukan semata-mata berhitung soal untung rugi bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab menjalankan amanah negara. 

Proyek ini diharapkan tak hanya memperkuat stok pangan nasional, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat Papua.

Dengan peran barunya di Merauke, J7 Explorer kini menjelma menjadi infrastruktur penunjang utama yang bergerak menembus bentang alam timur Indonesia, demi menyukseskan proyek pangan nasional. (Wartabanjar.com/Inilah.com)