PROTAP Resmi Hadir di Tanah Bumbu, Bupati Andi Rudi Latif Dorong Inovasi Digital
WARTABANJAR.COM, BATULICIN - Peluncuran aplikasi Android PROTAP (Panduan Resmi Operasional Tata Cara Protokol) berlangsung di Mahligai Iman, Kantor Bupati Tanah Bumbu, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus memperkuat inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif hadir diwakili Sekretaris Daerah Yulian Herawati.
Aplikasi PROTAP merupakan inovasi yang diprakarsai oleh Kasubbag Protokol, Sugi Mukti, sebagai bagian dari aksi perubahan untuk meningkatkan kualitas layanan publik di bidang keprotokolan.
Bupati Andi Rudi Latif dalam sambutanya disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Yulian Herawati mengatakan transformasi digital menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang semakin efektif dan adaptif.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk memberikan kemudahan bagi aparatur sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan.
“Digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu memberikan kemudahan, kepastian, dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan,” ujarnya.
Baca Juga Kepala Kejati Kalsel Sukarman Sumarinton Janjikan Penegakan Hukum Humanis
Baca Juga Polisi Tahan Dua Orang, MC Tantangan Lafalkan Surah Al Quran Berhadiah Miras Minta Maaf
Menurut Bupati, kehadiran aplikasi PROTAP merupakan langkah inovatif untuk menghadirkan panduan keprotokolan yang lebih mudah diakses oleh aparatur.
Dengan format berbasis Android, panduan tersebut dapat digunakan secara praktis sebagai referensi dalam mempersiapkan dan melaksanakan berbagai agenda resmi pemerintah daerah.
“Melalui PROTAP, kita ingin memastikan bahwa pelaksanaan tugas keprotokolan memiliki standar yang jelas, mudah dipahami, dan dapat diterapkan secara konsisten. Ini merupakan bagian dari upaya kita membangun budaya kerja yang tertib, profesional, dan berbasis teknologi,” katanya.
Ia menambahkan, inovasi pemerintahan harus terus dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan organisasi yang semakin dinamis.
Karena itu, aplikasi PROTAP diharapkan tidak hanya menjadi produk digital, tetapi benar-benar dimanfaatkan oleh seluruh perangkat daerah dalam mendukung kelancaran agenda pemerintahan.