WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kalsel Expo 2026 resmi dibuka, Rabu (12/08/2026), menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.

Pembukaan dilakukan Ketua TP PKK Provinsi Kalsel sekaligus Ketua Dekranasda Kalsel, Hj Fathul Jannah, istri Gubernur Kalsel, didampingi Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalsel, drg Hj Ellyana Rizky Trisya Hasnuryadi, istri Wakil Gubernur Kalsel.

Dalam sambutan Gubernur Kalsel yang dibacakan Fathul Jannah, disebutkan Kalsel Expo tahun ini digelar lebih besar dengan menyediakan 335 stan, termasuk 100 stan khusus pelaku UMKM.

“Kalsel Expo semakin berkembang menjadi ruang yang mempertemukan produk, kreativitas, investasi, dunia usaha, dan peluang kerja. UMKM memiliki posisi yang sangat penting,” ujar Fathul Jannah membacakan sambutan Gubernur.

Gubernur menargetkan produk UMKM Banua tidak hanya menguasai pasar daerah, tetapi mampu bergerak dari pasar nasional, hingga menembus pasar internasional.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pelaku usaha didorong meningkatkan kualitas produk, kesinambungan produksi, kemasan, sertifikasi, dan standardisasi. Pemanfaatan teknologi digital serta penguatan branding, juga dinilai penting agar UMKM mampu naik kelas.

Kalsel Expo 2026 juga memiliki nilai strategis, dengan hadirnya dukungan Kedutaan Besar Republik Islam Iran. 

Baca Juga: Gunakan Ranting Pohon, Gubernur Kalsel Padamkan Karhutla di Pengayuan

Baca Juga: Kadis PUPR Kalsel Tinjau Langsung Lokasi Karhutla, Dukung Kesiapsiagaan Bencana

Sejumlah pelaku usaha beserta produk dari Iran, turut hadir untuk membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha di Kalimantan Selatan.

“Kita ingin hubungan antardaerah dan antarnegara diterjemahkan menjadi kerja sama konkret, yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Gubernur dalam sambutannya.

Menurutnya, Kalsel Expo harus menjadi ruang pertemuan antara penjual dan pembeli, inovasi dan investasi, serta potensi lokal dengan peluang pasar global.

Gubernur juga menekankan pentingnya meningkatkan nilai tambah produk lokal, sehingga mampu bergerak dari desa ke kota, dari Kalsel ke berbagai daerah di Indonesia, hingga dari Indonesia menuju pasar dunia.