​WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Sebanyak 71 warga lanjut usia di Kabupaten Tanah Laut resmi mengikuti prosesi wisuda Sekolah Lansia setelah menuntaskan masa pembelajaran selama satu semester di Gedung Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, pada Rabu (12/8/2026).

​Prosesi wisuda yang digelar bersamaan dengan Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemkab Tanah Laut dan DP3AP2KB terhadap lansia yang tetap bersemangat menjaga kesehatan fisik, mental, serta kemandirian di usia senja.

​Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tanah Laut, Maria Ulfah, mengungkapkan bahwa para wisudawan berasal dari tiga kelompok.

Yakni Sekolah Lansia "Tangguh Berlian Senja" Desa Sumber Mulia, "Amanah" Desa Kampung Baru, dan "Bahagia" Desa Bumi Jaya.

Acara juga diwarnai pengukuhan kelompok baru, Sekolah Lansia "Seruni" dari Kelurahan Sarang Halang, serta apresiasi khusus bagi peserta tertua yang berusia 84 tahun.

​"Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada para lansia kita yang sudah mengikuti Sekolah Lansia selama satu semester, dan insya Allah hari ini kita wisuda. Yang hadir di tengah kita, sebagai informasi Pak Wakil, yang akan diwisuda ini ada usianya 84 tahun," ujar Maria Ulfah.

​Kehadiran program Sekolah Lansia dirasakan membawa dampak perubahan nyata bagi pola hidup para peserta.

Baca Juga Mayat Pria Tergeletak di Areal Karhutla Liang Anggang, Polres Banjarbaru Telusuri Identitasnya

Baca Juga Ada 127 Bangunan dalam 100 Meter Persegi, Pengamat UNU Kalsel Nilai Banjarmasin Makin Semrawut

Selain mendapatkan materi gizi dan bimbingan psikologis, para lansia secara rutin diajak melakukan aktivitas fisik bersama.

​Salah satu wisudawan asal Desa Sumber Mulia, Mukijo, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada 
pemerintah daerah karena merasa kualitas kesehatannya meningkat drastis setelah mengikuti kurikulum pembelajaran.

​"Di sana dipelajari senam, dipelajari makan bergizi, dan lain-lain. Pokoknya banyak sekali. Jadi alangkah manfaat besar sekali untuk kaum lansia. Soalnya yang namanya orang tua ini perlu bimbingan. Memorinya sudah murat-marit. Kalau enggak dibimbing, mungkin sak karepe dewe itu lho," tutur Mukijo.