Nasib Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Teluk Dalam Usai Dialog Bersama Perumda Pasar Banjarmasin
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Banjarmasin menggelar dialog bersama dengan para pedagang terdampak kebakaran Pasar Teluk Dalamdi Gedung Perumda Pasar di Pasar Baru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Selasa (11/08/2026).
Sebelumnya kebakaran Pasar Teluk Dalam, Jumat (07/08/2026) mengakibatkan sekira 18 lapak hangus terbakar.
Para pedagang yang lapaknya rusak pun tak bisa berjualan lagi.
Tingkat kerusakan lapak akibat dilalap si jago merah mencapai 50 hingga 100 persen.
Setelah menunggu selama empat hari sejak hari kebakaran terjadi, para pedagang terdampak akhirnya mendapatkan kejelasan nasib.
Mereka akhirnya dipastikan direlokasi ke bangunan lain di lantai dua Pasar Teluk Dalam.
Para pedagang terdampak pun bisa melanjutkan aktivitas berjualannya setelah terhenti gegara kebakaran.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Pasar Zona 3 Perumda Pasar Banjarmasin, Ahmad Bagoes saat dihubungi Wartabanjar.com melalui Whatsapp.
Baca Juga BEM ULM Segera Konsolidasi Menyikapi Kabar Diulangnya Tahapan Pemilihan Rektor 2026-2030
Baca Juga Polres Banjarbaru Bagi-bagi Air Bersih, Satbinmas Mapping Warga Terdampak Kekeringan
"Dialog dengan para pedagang terdampak kebakaran Pasar Teluk, hasilnya mereka semua setuju direlokasi," ungkap Ahmad Bagoes.
Dengan hasil tersebut nasib para pedagang terdampak kebakaran pun terjawab sudah.
Sebelumnya, Senin (10/08/2026), Rusdiana, salah seorang pedagang terdampak kebakaran menyambangi kantor Perumda Pasar Banjarmasin.
Di kantor Perumda, Rusdiana bertemu dengan Kepala Pasar Zona 3 Ahmad Bagoes dan mepertanyakan kejelasan nasibnya ke depan.
Dengan adanya hasil dialog bersama yakni sepakat untuk relokasi ke lantai dua Pasar Teluk Dalam, maka Rusdiani bersama rekan pedagang lainnya dipastikan bisa berjualan kembali.
Meski demikian, ketika Wartabanjar.com menanyakan lebih lanjut terkait rencana pembangunan lapak yang terbakar, Ahmad Bagoes menerangkan hal tersebut belum bisa dipastikan.
"Kalo kapan mulai dibangun lapak yang terbakar dan seperti apa pelaksanaanya belum bisa memastikan," ungkap Ahmad Bagoes.
"Tapi dari kami Perumda terus mengupayakan yang terbaik agar yang terbakar bisa dibangun kembali," katanya lagi. (wartabanjar.com).