Penjualan Bendera HUT RI di Tabalong Mulai Ramai, Pedagang Akui Kalah Bersaing dengan Online
WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Penjualan bendera Merah Putih dan berbagai pernak-pernik Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mulai ramai di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Menjelang 17 Agustus 2026, sejumlah pedagang musiman mulai membuka lapak di pinggir jalan.
Mereka menawarkan beragam jenis bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga pernak-pernik bertema kemerdekaan kepada pengguna jalan.
Namun, di balik ramainya lapak pedagang, penjualan secara langsung disebut tidak lagi seramai tahun-tahun sebelumnya.
Edy, salah seorang pedagang bendera yang berjualan di seberang SPBU Mabuun, mengatakan penjualan bendera secara langsung mulai mengalami penurunan sejak pandemi Covid-19.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin terasa seiring perubahan kebiasaan masyarakat, yang kini lebih banyak berbelanja melalui platform digital.
“Kalau sudah sampai 16 Agustus itu, paling keuntungannya kadang ada Rp4 jutaan, kadang Rp5 jutaan per bulannya, hasil dari setoran ke bos,” ujar Edy pada wartabanjar.com, Senin (10/08/2026).
Edy mengatakan, pembeli dalam jumlah besar seperti instansi pemerintah, yang sebelumnya kerap membeli bendera dari pedagang pinggir jalan kini semakin jarang terlihat.
Baca Juga: PWI Tabalong Gelar Roadshow Go to School, Ajak Pelajar Jadi Konsumen Informasi Cerdas
Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Tanjung Tabalong Turun, Cabai Merah Keriting Rp 50 Ribu
“Kalau masalah ada yang borong atau enggak, sekarang empat tahun ke sini sudah enggak pernah ada lagi. Bahkan pemda, dinas atau kantor-kantor, enggak tahu sekarang belinya di mana. Kalau dulu-dulu itu ya di pinggiran jalan ini, tapi mungkin belanja online,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang musiman. Mereka masih mengandalkan lapak sederhana di pinggir jalan, sementara tidak semua pedagang memiliki kemampuan maupun akses untuk mengikuti pola penjualan secara digital.
Hal serupa dirasakan Yaman, pedagang bendera yang membuka lapak di depan Gedung Umaiyah Tanjung.
Yaman menilai perubahan kebiasaan masyarakat berbelanja melalui internet, cukup besar memengaruhi penjualan bendera secara langsung.