Dinas PUPR Ikut Serta Dalam Lomba Gerak Jalan Rangkaian Hari Jadi ke-76 Kalimantan Selatan
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan turut berpartisipasi dalam Lomba Gerak Jalan 8 Km (5 Km) Kelompok SKPD Lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Dengan semangat kebersamaan, kekompakan, dan sportivitas, keluarga besar Dinas PUPR Kalsel melangkah bersama memeriahkan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan dan
HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Loma dibagi pada kategori 25 kilometer dan kategori 5 kilometer ini berlangsung di Halaman Gedung KH Idham Chalid, Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel, Banjarbaru
Sebelumnya Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mengatakan, puncak peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan akan dilaksanakan pada 13 Agustus 2026.
Momentum tersebut juga akan dirangkaikan dengan peresmian Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang berada di kawasan Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru.
“Ini kita rapat finalisasi Hari Jadi yang akan kita laksanakan tanggal 13 Agustus minggu depan, sekaligus meresmikan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Muhidin.
Baca Juga Pemadam Tetap Lakukan Pembasahan, Kebakaran di TPA Basirih Banjarmasin Dikuasai Dalam Tiga Jam
Baca Juga Gunungan Sampah TPA Basirih Banjarmasin Pun Terbakar, Pemadam Semprot Api Pakai Air Lindi
Sekitar 2.000 undangan diperkirakan akan menghadiri rangkaian kegiatan tersebut.
Selain unsur masyarakat, acara juga akan dihadiri berbagai organisasi kemasyarakatan, tamu undangan, serta sejumlah pejabat pemerintah pusat.
“Undangan ada sekitar 2.000 orang. Ada tokoh masyarakat, Aisyiyah, beberapa menteri, dan tamu undangan lainnya,” katanya.
Muhidin menegaskan, konsep peringatan Hari Jadi tahun ini mengedepankan kesederhanaan.
Selain mempertimbangkan efisiensi, pelaksanaan kegiatan juga disesuaikan dengan kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung.
“Tidak ada yang unik tahun ini karena kita memilih sederhana. Saat ini juga musim panas dan kita sekalian meresmikan masjid, sehingga pelaksanaannya dibuat sederhana,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tidak lagi menyediakan pakaian adat Banjar khusus bagi peserta seperti pada pelaksanaan sebelumnya.