Bupati HST Tekankan Investasi Generasi Muda Lewat GERMAS Ceria 2026
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Membangun generasi muda yang sehat, cerdas, kreatif dan berakhlak mulia menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Upaya itu diwujudkan melalui implementasi Gerakan Remaja Sehat, Cerdas, Kreatif dan Berakhlak Mulia (GERMAS Ceria) 2026 di Lapangan Dwiwarna Barabai, Senin (10/8/2026).
Bupati HST Samsul Rizal mengatakan, GERMAS Ceria tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya kesehatan, pendidikan, kreativitas, lingkungan serta pembentukan karakter bagi generasi muda.
Baca juga: Fun Bike HST Menyala 2026 Diikuti Hampir 4.000 Peserta, Ada Pesepeda dari Kalteng
Menurut Bupati Samsul Rizal, masa depan daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, perhatian terhadap anak-anak dan remaja merupakan investasi yang perlu dilakukan sejak sekarang.
“Kita semua harus memahami masa depan daerah dan bangsa ini sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Investasi terbaik yang dapat kita lakukan hari ini adalah investasi pada anak-anak kita,” katanya.
Ia ingin generasi muda HST tidak hanya tumbuh sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kecerdasan, kreativitas, keberanian untuk berpartisipasi serta akhlak dan karakter yang kuat.
Baca juga: Gubernur Kalsel Sambut Kunjungan Menag Nasaruddin Umar, Ingatkan Persatuan Antaretnis
Untuk mewujudkannya, Bupati Samsul Rizal mengajak anak-anak dan remaja memanfaatkan masa muda dengan belajar, berkarya, berolahraga dan mengembangkan bakat melalui berbagai kegiatan positif.
Ia juga mengingatkan agar mereka menjauhi narkoba, pergaulan tidak sehat dan berbagai perilaku yang dapat menghambat masa depan.
“Kalau ingin daerah kita maju, maka anak-anak kita harus maju. Kalau ingin Indonesia menjadi negara yang kuat, maka generasi mudanya harus sehat, cerdas, kreatif, berkarakter,” katanya.
Menurutnya, semangat yang dibangun melalui GERMAS Ceria tidak boleh berhenti setelah kegiatan berakhir.
Nilai-nilai tentang hidup sehat dan pembentukan karakter harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.