Agen FBI Tanya ChatGPT Cara Kabur Usai Curi Aset Kripto Senilai Rp16 Miliar
Menurut laporan, Yaroch sempat bertanya ke ChatGPT dengan pertanyaan yang cukup mencurigakan. "Kalau kamu punya setumpuk uang (sekitar 1 juta dollar AS) dan ingin meninggalkan Amerika Serikat untuk jadi penduduk atau warga negara di sebuah negara Uni Eropa, apa yang akan kamu lakukan?"
Pertanyaan ini jadi petunjuk kuat bahwa Yaroch sudah mulai merencanakan langkah untuk kabur dari Amerika Serikat, bahkan sebelum penyelidikan internal FBI benar-benar menjeratnya.
Menanggapi kasus ini, juru bicara FBI memberikan pernyataan resmi yang menegaskan komitmen lembaga tersebut terhadap standar etika.
Menurut juru bicara tersebut, FBI memegang teguh standar etika tertinggi bagi seluruh karyawannya, dan pihak berwenang sedang melakukan investigasi menyeluruh terkait kasus ini.
Kasus Yaroch ini menambah daftar kasus serupa yang melibatkan orang dalam pemerintah Amerika Serikat, yang menyalahgunakan akses mereka untuk mencuri aset kripto.
Pada Maret 2026 lalu, seorang kontraktor pemerintah Amerika Serikat bernama John Daghita ditangkap otoritas Amerika Serikat dan Perancis di Pulau Saint Martin.
Daghita didakwa mencuri lebih dari 46 juta dollar AS (sekitar Rp828 miliar) aset kripto dari US Marshals Service, lembaga penegak hukum federal yang antara lain bertugas menyita aset hasil kejahatan.
Penangkapan Daghita waktu itu jadi operasi gabungan FBI dengan unit elite Gendarmerie Prancis. (Wartabanjar.com)