Pertalite dan Solar Habis, Pengendara Tetap Antre di SPBU Kota Pelaihari Tanah Laut
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat mengular hingga mendekati tiang ETLE di Jalan KH Mansyur, Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, akibat habisnya stok Pertalite dan Solar pada Minggu (9/8/2026).
Fenomena antrean kendaraan di SPBU ini sejatinya telah berlangsung tiga hari terakhir.
Pengendara terpaksa mengantre sejak pagi demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, sebelum pasokan harian dinyatakan habis oleh pihak SPBU.
Baca juga: Selain Pelatih Hendri Susilo, Barito Putera Langsung Umumkan 8 Pemain Baru
Safetyman SPBU setempat, Yanuar Pramono membenarkan kondisi kelangkaan dan antrean panjang yang terjadi di wilayah operasinya dalam beberapa hari terakhir.
"Benar sekitar tiga hari ini mengalami antrean Panjang. Dari jam pagi sampai sekitar jam 11 sudah habis. Untuk Pertalite stoknya sekitar 8.000 liter," ujar Yanuar Pramono.
Yanuar menjelaskan bahwa sejatinya kuota BBM yang disalurkan ke SPBU tersebut tidak mengalami pemangkasan.
Pasokan harian tetap berjalan lancar, namun lonjakan konsumsi masyarakat yang mendadak membuat pasokan habis jauh lebih cepat dibanding hari biasanya.
Baca juga: Kualifikasi MotoGP Inggris: Martin Tercepat, Marquez Selamat
Selain Pertalite, stok Solar juga mengalami kekosongan total pada hari Minggu.
"Insya Allah Minggu malam datang stok Pertalite. Setiap hari lancar saja pasokan stoknya. Cuma habisnya lebih cepat dari hari biasanya. Untuk Solar ini kosong. Kemungkinan Senin (10/8/2026) dating. Saat ini sisa Pertamax saja," tambah Yanuar.
Habisnya Pertalite dan Solar memaksa warga beralih memborong Pertamax.
Dampaknya, BBM nonsubsidi tersebut turut diserbu pengendara hingga antreannya panjang.
Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat pembeli yang harus meluangkan waktu ekstra di jalan raya.
Salah satu pelanggan yang ikut mengantre, Abdullah, mengaku keterlambatan distribusi BBM subsidi ini kerap berulang.
"Sudah sekitar setengah jam mengantre Pertamax. Sering seperti ini, antreannya panjang," ungkap Abdullah.
Kelangkaan di tingkat lokal Pelaihari ini sejalan dengan isu nasional terkait dinamika pasokan dan distribusi BBM di berbagai daerah.