Lahan Gambut Desa Pengayuan Banjarbaru Masih Menyala, Warga Keluhkan Kabut Asap
“Kalau api itu cuma membakar. Kalau dekat rumah mungkin bahaya. Tapi kalau asap, siapa yang menghirup itu yang kena,” tuturnya.
Pedagang tersebut berharap dinas terkait meningkatkan pemantauan terhadap titik-titik rawan kebakaran lahan.
Ia juga meminta agar jumlah unit pemadam maupun personel yang melakukan penanganan di lapangan dapat ditambah.
“Harapannya kepada dinas terkait mudah-mudahan selalu dipantau. Selalu ada tim yang berjalan dan kalau bisa unitnya semakin ditambah,” harapnya.
Ia menyebut, dalam penanganan kebakaran lahan saat ini, peran relawan cukup dominan.
Menurutnya, penanganan jangan menunggu api membesar karena kebakaran yang terlihat kecil sekalipun dapat menimbulkan asap selama berhari-hari.
“Kalau dilihat enteng, seperti ini contohnya. Padahal dampaknya asap. Lebih fatal daripada api,” ujarnya.
Ia juga berharap tersedia fasilitas kesehatan atau posko pemeriksaan apabila ada warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.
“Kalau bisa kalau ada (posko), bagus,” katanya.
Namun, menurutnya, penanganan utama tetap harus difokuskan pada sumber permasalahan, yakni memastikan titik api di dalam tanah benar-benar padam.
Hingga Minggu siang, titik kebakaran di lokasi tersebut belum sepenuhnya padam.
Menurut pedagang, proses pemadaman membutuhkan air dalam jumlah cukup banyak karena panas masih terasa di bagian dasar lahan.
“Kalau bisa dua tangki pemadam, baru bisa memadamkan mungkin, karena di dalam dasarnya itu panasnya luar biasa,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/Jamaluddin)