"Pertama kali, oke, bagus, tidak ada yang spesial. Kedua kali, sama saja, tetapi ada sesuatu yang membuat saya berpikir bahwa anak ini berbeda."

"Gampangnya, ketika melihat Busquets atau Pirlo, Anda memahami satu hal. Ketika Pirlo bermain buruk, timnya bermain buruk. Hal yang sama terjadi pada Busquets."

"Jika mereka bermain bagus, tidak ada yang membicarakan mereka. Apakah Anda tahu artinya itu? Mereka punya pengaruh besar. Saya punya keyakinan terhadap Riccardo."

Fabregas membandingkan Cassano dengan Pirlo serta Busquets karena sang bocah berposisi sama seperti dua legenda itu.

Dia playmaker klasik yang bermain di depan pertahanan.

Pemain kelahiran 1 Juli 2009 ini punya kontrol bola yang bagus, visi, dan kemampuan mengatur permainan yang didukung penempatan posisi yang istimewa, serta kapasitas untuk membuat permainan menjadi sederhana.

"Cassano sudah berlatih bersama kami, dan kami sangat menyukainya," lanjut Fabregas.

"Dia memiliki ide-ide positif, dan memberi saya banyak kepuasan."

"Saya tidak bisa bilang bahwa dia sudah siap, tetapi dia memahami sepak bola macam apa yang ingin kami mainkan di sini."

"Banyak orang datang berlatih bersama kami, tetapi ketika kami melihat seorang yang menonjol, kami terbuka padanya. Apalagi, dia memang dari Como," pungkasnya. (Wartabanjar.com)