Karhutla Ancam Permukiman di Pengayuan Perbatasan Banjarbaru–Tanah Laut, Api Padam Setelah 8 Jam
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Pengayuan kawasan perbatasan Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, pada Rabu (5/8/2026).
Kobaran api yang dipicu angin kencang sempat mengkhawatirkan warga karena menjalar hingga mendekati permukiman di sekitar Tugu Perbatasan Banjarbaru–Tanah Laut.
Berdasarkan keterangan seorang warga yang rumahnya berada di dekat lokasi kejadian, titik api pertama kali muncul pada sore hari sekitar pukul 15.00 WITA dari wilayah perbatasan menuju arah Tanah Laut.
Akibat tiupan angin yang cukup kencang, api dengan cepat merambat hingga mendekati rumah-rumah warga.
"Api awalnya dari sebelah perbatasan. Sekitar jam tiga sore mulai terlihat, lalu terus menyebar sampai ke sini karena anginnya cukup kencang," ujar warga.
Baca Juga 2.574 Miras Ilegal Disita Polda Kalsel, Dijual di Kafe-Kafe Kecil
Baca Juga Polda Kalsel Soroti Maraknya Warga Bawa Sajam di Operasi Sikat II Intan 2026
Menurutnya, kobaran api sempat membesar sekitar pukul 17.00–18.00 WITA.
Petugas gabungan bersama relawan terus berjibaku melakukan pemadaman hingga sekitar 23.00 WITA, sementara personel kepolisian dan unsur penanggulangan bencana masih melakukan pemantauan di lokasi hingga sekitar pukul 00.00 WITA.
Warga mengapresiasi respons cepat petugas gabungan dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, dan relawan. Menurutnya, kesigapan tersebut berhasil mencegah api memasuki kawasan permukiman.
"Alhamdulillah cepat tanggap. Kalau tidak cepat ditangani, mungkin perkampungan sudah habis," katanya.
Sementara itu, pihak Kelurahan Landasan Ulin Selatan melalui Rahmat Aji Fajar membenarkan bahwa kebakaran mulai terjadi sejak sore hari.
Awalnya api berada di wilayah yang cukup jauh ke arah Pelaihari, namun karena angin bertiup cukup kencang, kobaran api membentang sepanjang jalur menuju Pengayuan hingga mendekati kawasan permukiman.
"Mulainya memang sore. Awalnya api masih jauh ke dalam arah Pelaihari, tetapi karena angin cukup deras akhirnya membentang sepanjang jalan dan mendekati rumah penduduk," jelas Rahmat.