WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Bangunan SDN 1 Handil Negara Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut (Tala) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memerlukan perhatian karena plafon dan jendelanya rusak.

Banyak bagian plafon dan jendela yang ambrol dan lapuk.

​Kepala UPTD SDN 1 Handil Negara, Abdusshamad, mengungkapkan bagian bangunan tersebut belum pernah mendapatkan rehabilitasi.

​"Setidaknya selama saya bertugas di sini tidak pernah mendapatkan rehabilitasi untuk plafon dan jendela. Sedangkan untuk lantai dasar sudah ada rehab tahun 2024 pascabanjir," ujar Abdusshamad kepada Wartabanjar.com.

Video: Minim Perbaikan Sejak Berdiri, Rehabilitasi Bangunan SDN 1 Handil Negara Diupayakan Terealisasi 2027

​Abdusshamad menjelaskan, pihak sekolah konsisten menyampaikan laporan kondisi sarana dan prasarana fisik tersebut setiap tahunnya melalui aplikasi Simda maupun Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar bisa mendapatkan alokasi pembenahan.

​Selain masalah bangunan, sekolah yang memiliki total 51 siswa ini juga menghadapi dinamika penurunan jumlah murid baru. 

Tahun ini, pendaftaran siswa kelas 1 terisi 4 orang. 

Menurut Abdusshamad, faktor keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) serta migrasi penduduk setempat menjadi pemicu utama berkurangnya jumlah peserta didik baru di desa tersebut.

Baca juga: Pemkab Banjar Respons Laporan Dugaan Permintaan Uang di Area Bermain Taman CBS Martapura

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tanah Laut memproyeksikan perbaikan sarana fisik sekolah tersebut dapat terealisasi pada tahun anggaran 2027  melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Sekolah Dasar, Rubiah Suprianti, menjelaskan alokasi dana fisik untuk tahun anggaran 2026 menghadapi kendala keterbatasan anggaran daerah, sehingga pengusulan difokuskan pada skema bertahap.

​"Tahun 2026 kebetulan tidak dapat bagian dana fisik, karena kondisi keuangan daerah. Di tahun 2026 dan 2027, usulan kebanyakan bersumber dari Musrenbang dan Pokir. Usulan murni sekolah bahasanya tertindih karena keterbatasan dana," terang Rubiah.

​Rubiah membeberkan, usulan perbaikan dari pihak sekolah telah masuk pada Januari 2025 dan diperkuat kembali melalui Musrenbang 2026.