Pusat Penjualan Majalah di Hasanuddin HM Banjarmasin Dibongkar, Rizky Pun Terkenang pada Bobo
Kawasan ini kala itu begitu ramai pagi hingga malam, baik oleh kedatangan majalah dan koran dari Jakarta, maupun pembeli.
Apalagi Bundaran Air Mancur menjadi persinggahan angkutan kota dari berbagai penjuru Banjarmasin.
Suasananya semakin meriah saat malam dengan lampu hijau di bangunan air mancur.
Seiring waktu, taman yang dikelola pemerintah kota tak lagi memancarkan air.
Sinar lampu bundaran pun meredup, seiring makin sepinya pengguna angkutan kota.
Nasib pedagang bahan bacaan semakin parah seiring perkembangan digital.
Media cetak tak lagi dilirik kalangan muda.
Satu per satu majalah tak lagi terbit, karena berat diongkos dan beralih ke media online.
Menyusutnya barang yang dijual dan berkurang drastisnya pembeli, membuat pemilik lapak satu per satu mengundurkan diri.
Lapak pun ditinggalkan hingga akhirnya dibongkar Satpol PP.
Sementara itu, seorang pedagang terdampak pembongkaran, Mutia, mengaku bingung akan nasibnya ke depan.
Kepada Wartabanjar.com, Mutia mengaku kehilangan mata pencaharian. Walau ikhlas lapaknya diratakan, Mutia berharap ada solusi tempat yang bisa difasilitasi pemerintah Kota Banjarmasin sehingga bisa berjualan lagi.
"Ikhlas dibongkar. Tapi sekarang bingung mau jualan dimana. Seomoga ada solusi tempat dari pemerintah untuk kami pedagang kecil," katanya sambil menyaksikan lokasi lapaknya telah rata dengan tanah. (wartabanjar/Yohanes)