Ketua DPRD Kota Banjarmasin Dorong Wisata Terpadu Reliji, Susur Sungai dan Kuliner Banjar
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kota Banjarmasin memiliki sejumlah destinasi wisata yang bisa menarik kunjungan wisatawan.
Tempat-tempat wisata tersebut tidak hanya kawasan Siring Sungai Martapura dengan pasar terapung, susur sungai, menara pandang dan patung bekantan raksasa
Namun, Kota Seribu Sungai ini memiliki beraneka ragam destinasi lain seperti wisata reliji, sentra pembuatan kain sasirangan dan kuliner tradisional Banjar.
Beraneka rupa destinasi wisata ini apabila dikelola dan dipromosikan melalui konsep wisata terpadu diyakini dapat lebih meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Banjaremasin.
Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri pun mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui konsep wisata terpadu yang menggabungkan destinasi religi, wisata sungai, dan kuliner khas Banjar.
Baca Juga: Atasi Pencemaran Sungai, DPRD Kota Banjarmasin Sahkan Perda Pengelolaan Air Limbah Domestik
Baca Juga: Catatan dari DPRD Kota Banjarmasin untuk Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Konsep ini apabila mampu dilakukan secara, ia meyakini akan dapat mampu memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
"Banjarmasin ini memiliki modal yang cukup lengkap untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. Dari makam ulama karismatik, masjid bersejarah, wisata sungai hingga ragam kuliner khas Banjar," kata Rikval Fachruri dalam pertemuan dengan warga Kelurahan Antasan Kecil Timur, Jumat (17/7/2026).
Menurut Rikval, Kota Seribu Sungai ini memiliki makam almarhum KH Ahmad Zuhdiannoor yang setiap hari didatangi peziarah dari berbagai daerah.
Di kawasan tersebut juga terdapat Masjid Jami Banjarmasin yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Tak jauh dari kawasan tersebut, di Jalan Kuin terdapat situs peninggalan Kesultanan Banjar.
Juga terbentang Sungai Martapura yang merupakan nadi kehidupan masyarakat Banjarmasin serta bermacam kuliner khas seperti Soto Banjar dan aneka kue tradisional.
Dikatakan Rikval Fachriri, konsep tersebut juga harus didukung sistem transportasi publik yang terintegrasi antara jalur darat dan sungai agar wisatawan lebih mudah berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya.