WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Inovasi pengelolaan sampah berbasis digital asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Ratikita.id, berhasil menembus ajang Kalsel Innovation Award 2026. 

Inovasi tersebut menjadi salah satu nominasi yang dipresentasikan di hadapan tim juri, yang dihadirkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Minggu (02/08/2026).

Ratikita.id hadir sebagai perwakilan masyarakat dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah, setelah sebelumnya meraih prestasi pada ajang inovasi tingkat kabupaten.

Direktur Ratikita.id, Muliyadi Saputra ST MLing, mengatakan perjalanan menghadirkan bank sampah digital berawal dari keresahan bersama tim terhadap persoalan sampah yang terus menjadi tantangan di daerah.

Berbekal latar belakang sebagai mahasiswa saat itu, mereka kemudian menggagas sistem bank sampah berbasis digital, yang diklaim menjadi yang pertama di Kalimantan Selatan bahkan Kalimantan.

Pengembangan teknologi tersebut dilakukan secara mandiri oleh tim inti Ratikita.id, termasuk Chief Technology Officer (CTO), Muhammad Zuhdi Rajibi SKom, yang juga berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Baca Juga: 37 Jemaah Umrah Asal HST Akhirnya Terbang ke Tanah Suci Bersama Travel Embun Nabawi

Baca Juga: Mobil Operasional RS H Damanhuri HST Terbakar Saat Antar Pasien, Sopir Selamatkan Seluruh Penumpang

“Alhamdulillah, inovasi kami menghadirkan bank sampah digital ini, diterima dengan baik oleh masyarakat luas, dengan mengedepankan transparansi dan pencatatan digital yang tiap saat bisa diakses masyarakat,” jelas Muliyadi.

Ia menuturkan, inovasi tersebut tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga memberikan dampak di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, lingkungan, sosial hingga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada tahun 2026, Ratikita.id kembali mengembangkan layanan terbaru berupa AI Agent Chatbot, yang memungkinkan masyarakat memperoleh pelayanan pengelolaan sampah selama 24 jam setiap hari.

“Tim kami dalam pengembangan dan pengelolaan ini, tidak pakai pihak ketiga atau vendor pengembang seperti bank sampah digital lainnya. Melainkan murni karya inovasi dan dikelola oleh tim kami sendiri,” ujarnya.