Warga China Rela "Jual" Wajah Sendiri Demi Dracin
ActID menetapkan tarif 99 hingga 500 yuan (sekitar Rp240.230-Rp1,3 jutaan) per episode drama. Sementara platform New Claw mematok tarif 500 yuan untuk satu lisensi gambar.
Salah satu alasan utama mengapa warga di China ramai-ramai menjual lisensi wajahnya ke AI, karena meningkatnya permintaan terhadap wajah manusia untuk dijadikan karakter digital.
Meski video dibuat menggunakan AI, rumah produksi tetap membutuhkan wajah asli sebagai referensi, agar karakter digital yang dihasilkan terlihat lebih realistis dan beragam.
Chief Marketing Officer ActID, Camille Yan, mengatakan produser tidak hanya mencari wajah yang dianggap menarik untuk karakter utama. Mereka juga butuh wajah dengan karakter khas, misalnya lansia.
Sejak diluncurkan pada bulan Maret 2026, perusahaan yang berbasis di Shenzen ini telah mendaftarkan sekitar 800 pengguna, di mana 300 di antaranya telah setuju melisensikan wajah mereka untuk dipakai di drama AI.
Adapun orang-orang yang mendaftar di platform tersebut datang dari berbagai latar belakang, mulai dari figuran profesional, influencer, hingga masyarakat umum yang tidak memiliki pengalaman akting. (Wartabanjar.com)